POLTEKBA TERUS MENUAI KONTROVERSI

Keberadan yayasan Politehnik Balikpapan ( Poltekba ) terus menuai kontroversi hingga kini, hingga memasuki usianya yang ke 6 tahun. Hal ini tidak sesuai dengan pasal yang ada di undang-undang dimana pemerintah kota tidak diperkenangkan untuk mendirikan suatu yayasan. Bahkan yayasan tersebut belum terdaftar didalam Departemen Hukum dan HAM. Notabennya sususnan pengurus didalam yayasan tersebutpun banyaknya diduduki oleh pejabat yang masih menjadi PNS di pemerintahan.

Hal tersebut mengundang reaksi dari DPRD Balikpapan, yang mana menanyakan akan keberadaan yayasana tersebut. Apakah ini suatu akal-akalan atau ada kepentingan pribadi dibalik keberadaan pejabat yang ada di susunan kepengurusan tersebut. Dimana juga didalam pembiayaan sepenuhnya didanai langsung oelh APBD kota.

Bulan Agustus 2008 tanggal 18 telah dilakukan pertemuan antara DPRD dengan yayasan Poltekba, dimana DPRD langsung diwakili oleh Andi Burhanuddin Solong selaku ketua, Ali Mansyur, Syarifah Fatimah, Usman Daming, Riyanto, Syamsul, Muhamad, Dahri Mamma, Purwoko, Hasanudin dan Wasiyem. Ssedangkan dari pihak yayasan Poltekba sendiri diwakili oleh Hj. Herawati selaku ketua yayasan Poltekba yang juga sebagai kepala Bawasda, Drs H Sarjono pengurus yayasan yaitu Kadisdik serta Purnomo Soekirno Direktur Poltekba.

Didalam pertemuan tersebut ketua DPRD Balikpapan mempertanyakan akan keberadaab yayasan Poltekba yang merupakan milik dari Pemerintah Kota Balikpapan. Sedangkan telah jelas dimana berdasarkan UU no. 28 tahun 2004 ttg perubahan UU no. 16 tahun 2001 ttg keberadaan yayasan bahwa pemerintah tidak berhak membuat yayasan, karena yayasan murni dari swasta dan hal ini sesuai dengan PP no. 60 ttg DIKTI ( Pendidikan Tinggi ).

“ Kami meminta pertanggung-jawaban dari pihak Dirjen Pendidikan Tinggi ( Dirjen Dikti ) atas pemberian izin operasional dari yayasan poltekba tersebut “. Terang Burhanuddin dengan tegas.

Burhanuddin sendiri mengkhwatirkan nantinya dikemudian hari akan terjadi kasus yang ditimbulkan dan dapat merugikan daerah, karena dapat kemungkina asset daerah ini bias berpindah tangan. “ Poltekba ini adalah asset daerah, sifatnya adala hanya pinjam pakai dan nantinya akan segera diatur didalam peraturan daerah “. Kata Burhanuddin kembali.

Didalam APBD kota sendiri dana yang dikucurkan untuk yayasan Poltekba sendiri mencapai miliarn rupiah, dan ini harus dipertanggung-jawabkan nantinya ke masyarakat kota Balikpapan. “ Pengurus yayasan wajib mempertanggung jawabkan mengenai bantuan anggaran yang masuk ke yayasan baik itu melalui APBD murni maupun bantuan dari Dirjen Dikti itu sendiri “. Tegasnya kembali

Lain daripada itu Andi Burhanuddin Solong pun menghimbau agar secepatnya dilakukan audit, agar hasil audit tersebut bias dipertanggung jawabkan di DPRD Balikpapan, termasuk pendataan dan pengelolahan asset karena sangat diperlukan sampai sejauhmana fungsi dan keberadaan yayasan tersebut.

Burhanuddin pun menyayangkan atas susunan kepengurusan dalam yayasan itu, dimana hampir semuanya di duduki oleh para pejabat yang aktif dipemerintahan. “ Harusnya para pengurus yang ada didalam yayasan tersebut murni diluar pegawai pemkot, bukan sebaliknya yang seperti sekarang ini, dan seumpamanya terjadi perpindah tangannya asset yayasan tesebut, siapa yang bertanggung jawab. Jangan sampai hal ini seperti yang tejadi pada pada Koran Manuntung dulu “. Ujar Ketua Dewan ini kembali.

Pihak DPRD sendiri sembelumnya telah menegur pemkot mengenai status dari pada yayasan poltekba itu sendiri agar segera di benahi, namun hal ini hanya dianggap dingin oleh pemkot karena ini manyangkut asset yayasan nantinya.

Ketua DPRD pun dengan tegas telah member ultimatum agar pihak pemkot segera merubah susunan kepengurusan yayasan tersebut, dan mengenai Pembina yayasan tersebut bias saja walikota Balikpapan. Yang penting seluruh pengurusan yayasan murni dari pihak lain / swasta. Agar nantinya lulusan poltekba dapat bersaing dengan perguruan tinggi lainnya.

Lain dari itu Dahri Mamma mengatakan perlunya kejelasan hokum yang terkait dengan kedudukan yayasan Poltekba itu, agar nantinya tidak menjadi proyek sesaat saja nanti. Agar tidak dimanfaatkan oleh oknum-oknum pejabat tertentu. Dan perlu diperjelas status hukumnya sehingga asset yang selama ini dibanyu APBD jelas dan dapat dipertanggung-jawabkan.

Sardjono selaku Pembina yayasan pun menyatakan bahwa yayasan Poltekba siap untuk diaudit terkait didalam pengunaan anggarannya baik itu belanja modal maupun bantuan perlengkapan. Terutama mengenai bantuan anggaran operasionalnya agar diperlukan transparasi didalam pengunaan anggaran yang mencapai miliaran rupiah ini supaya tidak sia-sia.

Sedangkan direktur Poltekba PunomoSoekirno memaparkan bahwa tahun 2008 Poltekba sudah memiliki 813 mahasiswa baru, bahkan tiga angkatan selama ini mampu mengeluarkan alumni yang siap bersaing dan mampu memenuhi standart kerja yang berlaku diperusahaan. Dimana lulusannya banyak diserap oleh beberapa perusahaan swasta dan pertambangan yang tersebar dikaltim seperti KPC dll.

Dan mengenai status Poltekba sendiri, Herawaty selakuKetua Yayasan memaparkan, sebelum Poltekba didirikan yang berdasarkan akta notaries telah lengkap dengan susunan struktur kepengurusannya. Setelah meninggalnya pembuat akta notaries maka mengalami kerumitan didalam pengurusan yayasan tersebut. Selain karena terjadinya perubahan kebijakan dan UU tentang pembentukan yayasan, maka kepengurusan yayasan menjadi stag.

Terjadinya kemandekan kepengurusan yang lama itu, juga terjadi karena tidak adanya baik pengurus untuk membenahi aturan dan keberadaan yayasan itu sebagai asset daerah. Maka dengan tegur yang dilakukan oleh dewan beberapa waktu lalu ke yayasan poltekba yang segera di sikapi. Hal ini selanjutnya walikota Balikpapan member signal agar segera membenahi kepengurusan yayasan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: