Polemik di KPUD Balikpapan

Polemik masalah ketua tim seleksi calon anggota KPUD Balikpapan 2008 – 2013, Saleh Basri jadi perhatian Komisi I DPRD Kaltim, Ketua Komisi I DPRD Kaltim Dahri Yasin mengatakan dia akan mempertanyakan masalah tersebut pada KPUD Kaltim.

Kehadiran Saleh Basri yang diduga adalah partisan dari sebuah partai peserta Pemilu menjadi suatu polemik, setelah masyarakat di Balikpapan mempertanyakan status Saleh Basri yang masuk didalam jajaran tim seleksi. Dimana pada saat tim berhasil meloloskan 10 nama calon anggota KPUD Balikpapan. Nama nama calon tersebut kini telah berada di KPUD Kaltim.

Saleh Basri sebelumnya diketahui sebagai pensiunan Kepala Bapedalda Balikpapan. Namun oleh sebuah partai peserta Pemilu, tahun 2006, melalui SK Partai Demokrat Nomor 07/Rev.01/SK/DPP/DPD.PD/I/2006 tanggal 19 Januari 2006 dia ditempatkan pada jajaran pengurus partai, sebagai ketua bidang energy, sumber daya alam dan lingkungan hidup.

Hanya saja bantahan Saleh Basri terhadap keberadaannya di dalam jajaran partai tersebut tidak disampaikan pada saat Saleh Basri mengajukan kelengkapan administrasinya pada KPUD Balikpapan, ketika pemerintah kota Balikpapan merekomendasikan namanya untuk jadi tim seleksi.

Demikian pula surat ralat dan pencabutan nama Saleh Basri yang oleh Ketua DPD Partai Demokrat, Yusran Aspar juga tidak disertakan dalam kelengkapan administrasi ketika proses pencalonan tim seleksi berlangsung.

Semua bantahan dan alibi atas nama Saleh Basri baru muncul setelah Ketua DPRD Balikpapan, Andi Burhanuddin Solong mempertanyakan adanya oknum partisan partai dalam tim seleksi calon anggota KPUD. Nama yang dimaksud ABS tersebut adalah Saleh Basri.

Saleh Basri sendiri sulit untuk ditemui, dan belum menyampaikan bantahan tersebut secara terbuka, walau sejumlah media massa di Kaltim telah memberitakan kejanggalan dalam tim seleksi tersebut.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah Balikpapan Ardy Rahayu menyatakan siap mengkaji ulang terhadap ketua Tim Seleksi KPUD Balikpapan, H.Saleh Basri yang disinyalir sebagai partisan sebuah partai peserta Pemilu.

Kepada beberapa wartawan Ardy Rahayu saat seusai menemui Ketua DPRD Balikpapan Andi Burhanuddin Solong, Jum’at pekan lalu di kantor DPRD, mengatakan dia baru saja membicarakan sinyalemen yang beredar tersebut.

Bila ditemukan bukti bahwa H.Saleh Basrie betul betul masih sebagai partisan, dan juga duduk sebagai pengurus sebuah partai peserta Pemilu, maka KPUD Balikpapan siap mengkoreksi keberadaan Saleh Basri pada Tim Seleksi KPUD Balikpapan 2008 – 2013 ke KPUD Kaltim.

Andi Rahayu berpendapat, kehadiran seorang partisan dalam kelembagaan apapun pada proses penseleksian calon anggota KPUD, akan menjadikan hasil akhir penyeleksian tersebut tidak objektif lagi.

Sementara beberapa orang warga kota Balikpapan tengah menyiapkan pengaduan terhadap kemungkinan ketidak-jujuran yang dilakukan oleh oknum Saleh Basari dalam mengajukan kesediaan dia untuk menjadi anggota tim seleksi calon anggota KPUD Balikpapan. “’Kami akan laporkan pada Polda Kaltim,” kata sumber yang dapat dipercaya tersebut.

Ketua DPRD Balikpapan, Andi Burhanuddin Solong baru baru ini mempertanyakan kualitas dan objektivitas Ketua Tim Seleksi Komisi Pemilihan Umum Daerah KPUD Balikpapan. Karena H.Saleh Basri sebagai seorang partisan partai peserta Pemilu.

Andi Burhanuddin Solong, mengatakan, keberadaan H.Saleh Basri seorang partisan, dia seorang pengurus daerah partai peserta Pemilu, maka semua produk seleksi calon anggota KPUD Balikpapan harus dinyatakan batal demi hokum”. Diselah-selah coffe breack pada acara yang dilakukan oleh BPK di hotel grand senyiur

Hingga Minggu, 23/11, Burhanuddin Solong tetap pada pendiriannya, seleksi calon anggoita KPUD Balikpapan harus diulang.

Menurut aturan seorang partisan tidak boleh menjadi anggota KPUD, lebih lebih bila menjadi tim seleksi, apalagi kedudukan Saleh Basri adalah ketua Tim seleksi Calon KPUD Balikpapan 2008 – 2013, Hal ini dikhawatirkan keputusan tim nantinya akan tidak objektif lagi.

Hingga saat ini, tim seleksi calon anggota KPUD Balikpapan 2008 – 2013, telah mendekati akhir pekerjaannya, karena telah berhasil menetapkan 5 calon anggota KPUD.

Secara terpisah, Ketua KPUD Andy Rahayu maupun Ketua DPRD Balikpapan Burhanuddin Solong tidak keberatan kalau harus dimulai dari awal, walau terlambat asal jangan cacat hukum. Masuknya nama Saleh Basri menjadi anggota tim seleksi lewat pemerintah kota Balikpapan.

”Saya sudah surati KPUD Balikpapan, KPUD Kaltim,” kata Andi Burhanuddin Solong, meminta agar tim seleksi calon anggota KPUD Balikpapan dibekukan, sekaligus pembatalan semua produk tim seleksi yang pernah dihasilkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: