6640 Pemilih Pemula di Balikpapan Belum Terdata

foto-pemilih-pemula Tinggal beberapa bulan lagi Pemiihan Umum dilaksankan, namun ternyata Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih menyimpan pekerjaan rumah ( PR ) yang hingga sekarang belum usai juga. Beberapa daerah masih menunggu terbentuknya anggota KPU secara definitif, begitu pula yang terjadi di kota Balikpapan.

Bahkan menurut Direktur B-Trust Advisory Group, Dr. Ir. Hetifah Sumarto, MPP menyatakan, bahwa saat ini masih ada ribuan calon pemilih pemula yang belum juga didata secara benar oleh insatansi yang berwenang dan yang terkait. Sehingga dapat dipastikan bahwa pemilu 2009 ini nantinya  mereka tidak akan dapat ikut menyampaikan hak suaranya.

” Pemilih pemula memiliki hak yang sama dengan pemilih lainnya, namun akses informasi yang diterima dan sosialisasi kepada mereka yang kami anggap belum semaksimal mungkin ”.ujarnya.

Dari survei yang dilakukannya sejak 7 Desemeber 2008 lalu, dan telah up date data terakhir setidaknya 13.189  calon pemilih pemula di Balikpapan, Penajam dan Grogot belum terdata. ” Menurut data yang dikumpulkan oleh jaringan kami  di Balikpapan terdapat 6.640, Penajam Paser Utara terdapat 3.124 dan Kabupaten Paser 3.625 calon pemilih pemilih pemula yang juga belum didata oleh instansi yang terkait ”. Hal ini dikatanya, di Hotel Blue Sky, Balikpapan, pada tanggal 18/1.

Di Balikpapan saja, kata Hetifah,  dari 23 sekolah SMU,  SMK negeri dan swasta yang dijadikan sampling  dengan asumsi rata-rata 35 siswa perkelas dengan  8 kelas per sekolah, terdapat 6. 440 siswa yang sampai tanggal 15 Januari belum didata..

Survei yang dilakukan oleh pihaknya ini, bahwa di Balikpapan tahun ini kelas  XI di SMU dan SMK negeri mau pun swasta, terdapat 54 persen yang telah mencapai usia 17 tahun. Kelas XII dan sudah pasti berusia di atas 17 tahun. Mungkin ini yang menyebabkan pemilih pemula tidak terdengar dan kepentingannya terabaikan. Data yang diperoleh menurutnya dapat bertambah, mengingat masih ada beberapa sekolah lagi ataupun pondok pesantren yang tidak masuk dalam surveinya tersebut.

Menurut Hetifah Ketua Ikatan Alumni Planologi ITB ini, calon anggota legislatif sangat dirugikan dengan belum terdatanya calon pemilih pemula tersebut.  Seharusnya Parpol dapat segera mengambil  porsi ini untuk melakukan advokasi atas kepentingan mereka dengan meminta kepada instansi yang berwenang dan terkait  untuk melakukan pendataan ulang data jumlah pemilih pemula tersebut.

” Saya rasa masih cukup waktu untuk mengakomodir kepentingan pemilih pemula tersebut agar pesta demokrasi ini tidak cacat konstitusionalnya ”. Ujarnya kembali.

Untuk melakukan advokasi tersebut, Hetifah bersama beberapa rekannya masih melakukan pembahasan internal. Namun data awal yang disampaikan ini, pihaknya ingin membuka instansi publik yang terkait mau melakukan tanggung jawabnya  terhadap data pemilih pemula didaerah masing-masing.

”Untuk kepastian dari hasil survei ini apakah akan kita lakukan advokasi guna memperjuangkan aspirasi pemilih pemula itu, kami masih membahas diinternal kami. Namun kami upayakan agar persoalan tersebut dapat berhasil, dan setidaknya yang penting kami sudah bertikat baik dalam membuka fakta yang ada tersebut. Bahwa masih ada data-data yang perlu diperbaiki terkait jumlah pemilih pemula yang terabaikan ”. Jelasnya

Hertifah menegaskan kembali, bahwa angka golput yang terjadi didalam setiap pemilu sangat tinggi bukan saja karena masyarakat kita apatis, namun bisa saja terjadi hak demokrasi mereka terbaikan dengan tidak terdaftarnya mereka oleh KPU sebagai penanggung jawab masalah ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: