Pasar ABS Masih Menyimpan “ Masalah ”

Hingga hari ini Daud Muslim belum juga menerima dana pembayaran atas pembangunan 104 los ukuran 2 x 2 di kawasan Pasar Alam Baru Somber (ABS) Balikpapan Barat. Padahal menurut pengakuannya, pembangunan los atau petak itu sudah ditempati para pedagang yang berjualan di sana.

Para pedagang yang sudah menempati los atau petak itu tentu saja sudah mengeluarkan dana untuk pembayarannya, baik yang kontan atau yang masih membayar dana panjar. “ Saya memang hanya sebagai pihak ketiga yang membangun petak di Pasar ABS ”. kata Daud.

Sebagai pihak ketiga, sebelum memulai pembangunan los-los pasar Daud memang tidak ada memegang data atau perjanjian tertulis dengan pihak Dinas Pasar Balikpapan, kecuali hanya pertemuan antara dirinya, Kadis Pasar Balikpapan Hairani dan pihak Pipos Akib.

“ Dari pertemuan saya tersebut maka disepakatilah kalau saya sebagai pihak ketiga yang akan melakukan pembangunan los di dalam pasar sebanyak 104 los dengan masing-masing ukuran 2 kali 2 meter ”. terang Daud. Tentu saja pembangunan itu menelan cukup banyak dana dari sakunya.

Setelah selesai dan los-los itu mulai ditempati para pedagang yang harus mengeluarkan dana sekitar Rp 1.250 per los atau petak. Namun Daud sendiri sampai detik ini mengaku belum juga menerima sepeser pun dana dari pihak Dinas Pasar atau Pipos. “ Padahal dana saya yang terpakai untuk pembangunan los-los itu lebih dari Rp 80 juta ”. urainya dengan mimik bingung. “ Saya tidak tau harus kemana mengadukan nasib saya ini ”. keluhnya kembali.

Ketika permasalahan ini dirujuk ke pihak Dinas Pasar, dengan tegas Hairani mengakui adanya pembangunan los atau petak oleh pihak ketiga. “ Memang benar ada pembangunan los atau petak untuk pedagang yang dibangun oleh pihak ketiga, salah seorangnya adalah Pak Daud. Tapi kami tidak tahu bagaimana urusan selanjutnya. Mungkin itu menjadi ururan Pak Daud dengan Pak Akib dari Pipos ”. katanya, seraya tergesa menaiki mobil dinasnya.

Hairani juga melempar permasalahan ini kepada seorang stafnya, Marwan Pribadi, namun Marwan sendiri mengaku tidak tahu menahu karena tidak ada ketika pertemuan antara Daud, Akib dan Hairani sebelum pembangunan los atau petak dilakukan. “ Saya  tidak paham masalah itu, karena saya memang tidak hadir ketika ada pertemuan sebelumnya ”. tandas Marwan.

Marwan mengaku memang pernah dimintai tolong oleh Daud untuk menyelesaikan masalah ini. Hanya saja karena dia memang tidak begitu paham dengan apa yang terjadi, maka Marwan tidak bisa berbuat apa-apa.

Daud sendiri masih mencoba bersabar menghadapi masalah ini, dan berharap permasalahannya segera bisa selesai. “ Saya berharap dana yang sudah saya keluarkan untuk pembangunan los-los itu bisa kembali, syukur-syukur kalau saya bisa mendapatkan sedikit keuntungan,” harapnya.

Satu Tanggapan to “Pasar ABS Masih Menyimpan “ Masalah ””

  1. Artikel yang menarik, blog Anda juga bagus…sukses ya 🙂
    http://mobil88.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: