Anak (Eks) Walikota Samarinda Korbankan 9 Orang ABKnya

“Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak”. Pepatah kuno ini menimpa nasib 9 orang Anak Buah Kapal (ABK) KM. ‘Cahaya Mulyani’. Dimana berkat laporan masyarakat sekitar, akhirnya Polair Polda Kaltim berhasil memburu dan menangkap basah sebuah kapal yang tengah melintas di perairan Sungai Meriam Anggana pada tanggal 6 Desember lalu.

Pelakunya hingga sampai saat ini masih meringkuk di tahanan Polair Balikpapan sejak masa penangkapan dilakukan. Kapal Motor “Cahaya Mulyani” ini ternyata milik Wawan, dan merupakan putra WH mantan Walikota Samarinda, dimana saat tertangkap KM “Cahaya Mulyani” sedang membawa 40 Metrik Ton Batu Bara. Dimana batu bara tersebut ditengarai hasil jarahan dari sebuah Tongkang yang syarat bermuatan Batu Bara yang tengah melintas di Sungai Mahakam.

Ardi (40) sang kapten kapal berikut 8 orang ABK, diantaranya Rahmadani (Ex Anggota TNI) dan kawan – kawannya, langsung digiring dan dijebloskan ke Rutan Polair Polda Kaltim di Balikpapan. Sampai berita ini diturunkan, ke 9 tersangka ABK tersebut masih ditahan untuk menjalani proses penyidikan pihak berwajib.

Dari hasil investigasi Pewarta yang berhasil menyamar sebagai anggota keluarga guna membesuk TSK, dan berhasil meminta keterangan dari salah satu TSK ABK yang bernama Udin bin Iskandar di Rutan Polair Polda di Balikpapan. Menurut keterangan Udin ke pewarta yang mana diiyakan oleh para TSK ABK lainnya, dimana mereka hanya sebatas menjalankan tugas atas perintah dari Fachrul. Dan masih menurut keterangan bahwa Fahrul tersebut masih saudara sepupu dari Wawan si pemilik kapal KM “Cahaya Mulyani” tersebut.

Dan saktinya lagi sipemilik kapal baik Fachrul maupun Wawan sendiri masih bebas melenggang dan berkeliaran menghirup udara segar, dan hanya sempat menjalani pemeriksaan hanya sebagai saksi. Selaku pihak paling bertanggung jawab seharusnya kedua orang tersebut lah sebagai dalang dari semua permaslahan ini.

Semestinya yang dijerat untuk dijadikan sebagai tersangka atas modus operandi didalam kasus penjarahan yang mereka lakukan tersebut.

“Kami hanya cari nafkah dan kerja kami ini semua atas dasar perintah dari bos Fachrul saja. Harusnya kalau kami mendapat musibah seperti ini kedua bos kami harus ikut bertanggung jawab, ya paling tidak diperhatikan dan dibantulah istri sama anak – anak kami dirumah,” ujar Udin yang diamini oleh rekan–rekan lainnya.

Tak pelak juga istri Udin dengan isak tangis serta nada menghiba menuturkan keluh kesahnya, “ Suami saya ini satu – satunya tulang punggung bagi keluarga kami, sementara dirumah ada 4 orang anak kami masih kecil–kecil. Sekarang bapaknya ditahan sudah sebulan lebih hingga sampai saat ini kami tidak punya lagi persediaan apa–apa, semua ludes habis terjual untuk makan kami sehari–harinya, gak mungki kami mengharap belas kasih keluarga dan tetangga terus menerus”. keluhnya sembari mengusap air mata.

Dari kantor Polair Polda Kaltim di Balikpapan, melalui Kasi Bin Gakum, AKP Endang Rukandi, SE mengakui adanya kasus penjarahan batu bara yang dilakukan oleh 9 orang ABK KM. Cahaya Mulyani pada (6/12) tersebut. “ Ke 9 orang tersangka kami tahan sejak 7 Desember 2008 lalu, kami terpaksa memperpanjang masa penahanan selama 40 hari, dari (27/12 s/d 4/2’09),” tegasnya sembari menunjukkan Surat Resmi Pemberitahuan Perpanjangan Penahanan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: