DIBALIK KEMENANGAN TENDER PT. ELNUSA

PT Elnusa Workover ServicesPerkembang dunia usaha semakin pesat disemua sektor bidang. baik usaha perorangan apalagi perusahaan multinasional. begitu pula yang terjadi di bidang migas. usaha yang sangat menjanjikan ini sangat menjanjikan kedepannya baik untuk karyawannya sendiri maupu untuk perusahaan.

Hal ini juga terjadi di dalam tubuh PT. Elnusa Workover Services, perusahaan ynag bergerak di bidang services drilling migas ini pun tak luput dari perusahaan yang menjanjikan, terutama untuk masa depan seluruh karyawannya.

Namun dibalik itu semua tidak luput juga dari hal2 yang mungkin menjadi ajang yang dipandang negatif oleh perusahaan lain nya di bidang yang sama juga. Persoalan yang baru2 ini timbul adalah masalah tender yang ada di Chevron.

Tender pengerjaan Santan Crude Tank Safety Upgrade dengan no tender CV 588181. tender yang diikuti oleh 7 perusahaan besar ini juga merupakan subcontnya Chevron itu sendiri adalah perusahaan yang berada di Kalimantan Timur.

Namun dari 7 perusahaan yang ikut tender yang dilakukan pada tanggal 18 April 2008 tersebut tidak semuanya memenui syarat yang di keluar kan oleh pihak Owner yaitu Chevron, maka dilakukan lagi tender untuk yang ke dua. Tapi yang ikut serta dalam tender yg kedua ini hanya di ikuti oleh 3 peserta tender saja, Perdana Karya, Elnusa dan Masstech Mitra.

Tender yang sebesar $2.235.000 ini akhirnya dimenangkan oleh PT. Elnusa dengan harga sebesar $2.064.191,05 sedangkan PT. Perdana karya sebesar $3.418.011. dimana tender ulang ini dilaksanakan pada bulan mei 2008, sedangkan pengumuman tender sendiri dilakukan pada bulan oktober.

Dari ke tiga peserta tender itu semuanya di dukung langsung oleh PT. Maste Daya, karena untuk memenui salah satu persyaratan yang di keluarkan oleh pihak Chevron yaitu tender pengerjaan santan Crude Tank Safety Upgrade untuk alat safetynya yaitu Ansul, 3M dan Angus.

” Kami selaku distributor tunggal produk Ansul mendukung dan membackup sepenuhnya semua peserta tender dimanapun selama perusahaan tersebut memakai produk kami, kami tidak mungkin lepas tangan begitu saja “. terang Salman Farisi direktur PT Maste Daya balikpapan.

Sedangkan PT Maste Daya sendiri adalah distributor tunggal produk Ansul yang ada di Indonesia. maka dari itu PT Elnusa dan PT Perda Karya meminta dukungan sepenuhnya dari pihak distrbutornya. dengan kemenangan tender itulah PT Maste Daya di undang oleh pihak Elnusa pada tanggal 28 Agustus 2008 di Batakan no. 91 Balikpapan kantor Elnusa guna melakukan presentasi dari produk Ansul tersebut, yang mana selain dihadir oleh pihak Elnusa sendiri dihadiri pula oleh pihak ownernya yaitu Chevron.

Sesaat setelah dilakukan presentasi di depan pihak Chevron dan Elnusa, harapan yang oleh PT Maste Daya ditunggu-tunggu guna dapat bergabung dengan Elnusa untuk pengerjaan project tersebut tak kunjung datang juga. padahal salah satu karyawan Elnusa yang juga merupakan manager marketing PT. Elnusa Workover Services Balikpapan Bpk. Asmunata telah memberitahukan pihak Maste Daya melalui sms yang ditujuhkan ke salman farisi langsung.

” selamat pak salman kita menang tender tersebut, moga kita dapat bekerjasama nantinya “. jelas salman sambil menunjukan sms tersebut ke new eksekutor dirumahnya.

Yang di sesali oleh pihak Maste Daya adalah setelah pengumunan kemenangan tender tersebut dan sehabis presentasi produk Ansul sendiri pihak Maste Daya tidak pernah lagi di hubungin lagi oleh pihak Elnusa. Hal ini sempat juga dipertanyakan oleh pihak Maste Daya namun setelah didapat informasi yang diperoleh pihak Maste Daya bahwa pekerjaan tersebut telah dilimpahkan ke pihak lain yaitu PT. Songgo Buwono.

” setelah di konfirmasi oleh beberapa teman wartawan kepihak elnusa mengenai informasi tersebut, pihak elnusa membantah hal tersebut. dan mengatakan bahwa elnusa tidak kenal dengan namanya salman farisi seperti yang di katakan oleh nafsan upara direktur utama elnusa ballikpapan disalah satu media masa yang ada dibalikpapan “. terang salman sambil membacakan komentar nafsan di media masa tersebut.

Begitu juga dengan apa yang telah dijelaskan ke New Eksekutor oleh pihak elnusa mengenai permasalahan tersebut bahwa pihak elnusa tidak mengenal yang namanya salman farisi oleh Pratomo salah satu devisi marketing elnusa ” kami memang tidak kenal sama yang namanya bapak Salman Farisi tersebut, setahu kami maste daya atau salman farisi tersebut di bahwa oleh PT TJTM dan bukan langsung ke elnusa “. terang Pratomo.

Tapi hal ini dibantah langsung juga oleh pihak Maste Daya, dimana pihak maste daya merasa berhubungan langsung oleh pihak elnusa. ” kalo kami dibawa oleh pihak PT. TJTM saya gak mungkin di undang langsung oleh pihak elnusa pada tgl. 09 des 2008 dengan undangan resmi dengan nmr 720-0-EWS-2008.053 “. Terang Salman kembali.

Setelah di konfirmasi ke pihak PT, TJTM melalui direktur utamanya ibu Aini guna mengklarifikasi keterangan tersebut melalui hpnya, hingga berita ini turun tidak memberikan jawaban.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: