HoA Wstern Buyers Telah Ditandatangani

Pertamina-Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation telah menandatangani head Of Agreement atau perpanjangan penjualan LNG (HoA LNG Sales Extension) kepada 6 pembeli western buyers, pada Jumat (13/2) lalu. Diantaranya Chubu EPC, Kansai EPC, Kyushu EPC, Nippon Steel Co,Ltd, Osaka Gas Co,Ltd dan Toho Gas Co,Ltd. Yang mana kontrak penjualan tersebut berlaku selama 10 tahun mendatang, yaitu pada tahun 2011 hingga 2020.

Seperti diungkapkan oleh VP. Corporate Communications, Government Relation and CSR, Total Indonesie, Judith Navaro dalam siaran persnya pada beberapa wartawan, yang mana penandatangan ini dilakukan di Osaka, Jepang. Total volume LNG yang dikontrak adalah 25 juta ton, yang akan disupplai dari kilang Bontang. Dan gas akan diambil dari Blok Mahakam, Kalimantan Timur yang dioperasikan oleh pihak Total sendiri.

Rincian LNG yang dimaksud adalah, 1. Pengiriman LNG 3 Juta Ton/tahun untuk 5 tahun pertama dan dilakukan dengan pola transportasi 2 juta ton LNG dalam bentuk CIF dan 1 juta ton LNG dalam bentuk FOB. 2. Pengiriman LNG sebanyak 2 juta ton/tahun pada 5 tahun kedua dilakukan dengan pola transportasi 1 juta ton LNG dalam bentuk CIF dan 1 juta lainnya FOB.

Dan menurut Kepala BPMIGAS, R. Priyono, Indonesia memperoleh keuntungan yang sangat fantasti dan cukup besar dari penandatanganan kontrak tersebut. Yang mana keuntungan pertama, yaitu akan memberikan manfaat langsung bagi penambahan volume gas untuk kebutuhan gas domestic, dan yang kedua disamping itu memberikan pula tambahan keuntungan tersendiri bagi penerimaan Negara.

Dengan adanya kesepakatan tersebut maka harga jual kargo LNG yang jauh lebih tinggi dibandingkan harga jual sebelumnya, ini akan membantu pencapaian tingkat perekonomian proyek gas di blok Mahakam nanti, sehingga dapat bermanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gas domestic dengan harga yang dapat diterima oleh pasar domestic. Perbandingan prosentase antara ekspor LNG dan pemenuhan gas domestic adalah 54% dan 46%.

“Keuntungan kedua penandatanganan ini juga akan menghapuskan klaim shortage LNG sehingga pemerintah Indonesia tidak akan menanggung klaim biaya dari para pembeli. Kondisi ini akan berlaku pada kontrak baru lainnya”. Jelas Priyono kembali.

Penghapusan klaim shortage LNG sebanyak 90 kargo hingga tahun 2010 mendatang, yang diminta oleh western buyers pada Indonesia agar dihapus. Penghapusan klaim tersebut dituangkan dalam bentuk penandatanganan Deliverability Resolution Agreement (DRA) antara Pertamina dengan para pembeli LNG Western Buyers.

Keuntungan lain yang nantinya bakal dipetik oleh bangsa Indonesia dari penandatangan tersebut, adalah peningkatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang.

“Penandatangan HoA sales extension dan DRA tersebut memberikan dampak yang positif bagi peningkatan hubungan bilateral antara Indonesia dan jepang, disamping meningkatnya saling rasa kepercayaan di bidang perdangangan diantara kedua Negara tersebut”demikian Priyono.

*******

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: