LAGI-LAGI SEKOLAH LAKUKAN PUNGLI

Praktek pungutan liar bahasa sekarann pungli dan pembodohan masyarakat menengah kebawah semakin marak bahkan hingga di sector pendidikan yang ada di kota Balikpapan. Kali imbasnya mengenai korbannya orang tua murid Sekolah Dasar negeri 003, 005 dan Sekolah Dasar Negeri 033 di Muara Rapak. Para orang tua siswa yang terdiri dari kalangan orang kecil yang kebanyakan berprofesi sebagai tukang ojek, buruh bangunan, buruh pelabuhan dan sopir angkot ini mengaku resah lantaran biaya pendidikan sekarang ini terasah sangat mahal, meskipun bebas biaya bulanan tetapi uang untuk biaya sekolah bagi anak mereka semakin melonjak naik bagai roket saja, belum lagi kebutuhan perut yang harus mereka dipenuhi dan tak mungkin bisa ditunda.

Titik permasalahan ini terungkap saat silahturahmi ketua DPRD Balikpapan, Andi Burhanuddin Solong bersama warga RT 073,074 dan RT 075 kelurahan Muara Rapak Balikpapan Utara yang terjadi beberapa waktu lalu. Dihadapan ketua Dewan ini uneg-uneg warga dan mengeluh akan tingginya biaya pendidikan yang harus mereka emban saat ini, padahal biaya bulanan atau BP3 sudah dibebaskan pihak pemerintah kota Balikpapan. Belum lagi subsidi dana Bos dari APBN sebesar 560 ribu rupiah per siswa telah ditanggulangi pemerintah, yang mana besarnya subsidi yang diberikan pemerintah baik oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah sendiri semestinya masyarakat sudah merasakan manfaat dari uang negera.

Namun fakta dilapangan berkata lain, dimana masyarakat tetap harus menelan pil pahit akan biaya pendidikan tersebut, atau mungkin asas dasar guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa sudah berubah 180 derajat. Dan kini sekolah sepertinya perusahaan swasta yang berpacu mencari profit atau keuntungan sendiri, sekalipun pembangunan fisik sekolah dari ruang kelas baru (RKB) sampai laboratorium telah dibantu oleh pemerintah pusat, provinsi dan pemerintah kota dengan dana Blockgrandnya.

“ Kami warga Gunung Pipa dari kelurahan Muara Rapak meminta bapak ketua dewan untuk membantu dan mendengarkan aspirasi kami ini, biaya sekolah anak kami semakin tahun semakin mahal saja, meskipun katanya uang sekolah gratis tapi biaya yang lainnya seperti buku mata pelajaran, uang computer dan lain lainnya harus kami bayar. Jumlahnya pun tidak tanggung-tanggung dan terasa sangat memberatkan, kenapa buku-buku mata pelajaran harus kami beli semua. Padahal yang kami dengar pemerintah pusat telah menyatakan ada program dana BOS untuk siswa baik tingkat SD sampai SMA”, kata Anwar, seorang warga dari RT 074 kepada ketua DPRD Balikpapan Andi Burhanuddin Solong saat tanya jawab dengan warga.

“ Baru-baru ini kami juga harus membayar sejumlah uang untuk menebus buku mata pelajaran, ada 7 macam buku mata pelajaran harganya 72 ribu rupiah. Yang mana buku pelajaran harus dibeli, tidak boleh di photo copy, kemana yang namanya dana BOS tersebut. Kan ada dana BOS untuk buku yang dikeluarkan oleh pemerintah, kalau tidak ada subsidinya, lantas kemana uang dana BOS itu. Disamping itu pemerintah kota telah mengalokasikan 20 persen dana APBD untuk sector pendidikan, manfaatnya tidak kami rasakan sebagai orang kecil ”. tambah anwar.

Sahidah seorang ibu yang anaknya sekolah di SD 003 Muara Rapak. Menurut pengakuan Sahidah, uang yang dikeluarkan untuk seorang anak siswa SD tidak sedikit disamping itu banyak buku yang telah dibeli menjadi mubazir dan tidak bisa dipakai lagi.

“ Saya punya seorang anak siswa sekolah dasar, tahun lalu saya diwajibkan menebus buku mata pelajaran dari sekolah, 9 buku mata pelajaran yang kami bayar lebih seratus ribu rupiah tidak dapat dipakai lagi, alasannya buku yang terlanjur kita beli itu tidak sesuai dengan kurikulum yang ditentukan Diknas. Lebih yang gak masuk akal adalah pihak sekolah tidak mau bertanggung jawab, buku yang kita beli tidak bisa dikembalikan. uang kita jadi sia-sia padahal saat ini kita semakin susah mencari uang, tolong ketua DPRD membantu kami dalam hal ini ”. tutur Sahidah.

Dari beberapa permasalahan yang menyangkut biaya pendidikan tersebut, akhirnya ketua DPRD Balikpapan, Andi Burhanuddin Solong angkat bicara. Menurutnya DPRD telah mengalokasikan dan merealisasikan 20 persen dana pendidikan dari APBD kota Balikpapan, dengan anggaran ratusan juta yang semestinya masyarakat sudah mendapatkan kenyamanan baik dari segi peningkatan kwalitas mutu pendidikan itu maupun keringanan biaya-biaya lainnya yang berhubungan dengan sekolah.

“ Anggaran untuk pendidikan dari pos APBD kota Balikpapan telah kita berikan kepada Diknas untuk mengelolanya, harapan kita semua agar mutu pendidikan dapat ditingkatkan sehingga melahirkan anak didik yang siap bersaing dengan SDM yang baik. Berbagai subsidi untuk menunjang pendidikan telah dikucurkan dengan harapan dapat membantu penderitaan masyarakat, tapi kenyataannya dengan program-program yang telah disusun mantap ini kita dijajah oleh bangsa sendiri. Oleh oknum guru, oknum kepala sekolah dan oknum Diknas yang tidak bertanggung jawab ”. Tegas Burhan.

“ Masyarakat harus berani bersuara dan bertindak jika itu memang benar adanya, jangan hanya diam saja dan ditindas perlakuan yang tidak berpihak untuk kesejahteran masyarakat, jangan takut untuk bicara karena kita mempunya wakil rakyat yang duduk di dewan. Yang tugasnya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, jika kita tidak berani bertindak maka seperti ini jadinya. Kita terus ditindas habis-habisan oleh bangsa sendiri laporkan kepada lembaga dewan jika menemukan pungutan liar seperti ini ” tutur Burhan kembali.

“ Saya baru saja menelepon Kasubdin pendidikan Diknas kota Balikpapan, diknas mengatakan itu adalah pungutan liar, dan jangan dibayar. Sungguh sangat ironis dan teganya perlakukan kepala seolah terhadap orangtua siswa. Ada buku baru yang dikeluarkan diknas dengan sambutan walikota dan itu semua gratis sudah dibayar dengan APBD kota Balikpapan atau uang rakyat Balikpapan. Jika sekolah minta bayar jangan dibayar karena itu semua hanya pungutan liar yang dilakukan oleh para oknum guru secara berjamaah pungutan liar sama saja dengan korupsi ” tambah Burhan.

*******

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: