Hutan Tower di Balikpapan

Tahun 2009 ini Pemerintah Balikpapan akan tetap mengeluarkan izin didalam pembangunan tower yang diajukan oleh para pengusaha. Hanya saja proses perizinan tower lebih diperketat mulai dari tahap administrasi, pemantauan lokasi, sampai dengan keluarnya izin.

“ Tahun 2009 ini pembangunan tower akan terus ada ” ungkap Kepala Badan Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) H Asranuddinsyah SE MSi didepan media massa usai rapat coffee morning di balaikota, Senin (13/4). “ Hingga kini bagi pembangunan tower dan dalam mengurus izin melalui BPMP2T pihaknya selalu melakukan pemantauan lokasi terlebih dahulu “ terang Asran

“ Aturan tersebut ada di Dinas Perhubungan Provinsi, sebab terkait lalu lintas perhubungan udara dan tingginya yang harus sesuai dengan standar perhubungan ” imbuh dia. Berdirinya tower kerap menuai protes dari masyarakat sekitar, terutama bagi mereka yang merasa terganggu, tetapi biasanya penolakan itu berhenti secara sendiri karena adanya pendekatan dari pihak perusahaan.

Persoalan didalam pendirian tower tidak akan terjadi bila sebelumnya pihak perusahaan menaati aturan. Misalnya, izin tetangga seperti melalui RT, kelurahan dan kecamatan. Untuk itu, diungkapkan Asran, ke depan Pemkot akan memperketat izin pembangunan tower dengan membuat aturan berupa Peraturan Daerah (Perda).

Ketika tower yang akan dibangun tersebut menyalahi aturan, maka akan diberi teguran hingga bisa dicabut izin pembangunannya. “ Itu jika menyalahi aturan ” tandas dia. Sekadar mengingatkan, terkait maraknya pembangunan tower, Komisi I DPRD saat ini sedang membuat Peraturan daerah (Perda) mengenai aturan pendirian tower base tranceiver station (BTS) beserta penertibannya.

Saat dikomfirmasi oleh New Eksekutor, anggota komisi I DPRD, Muhammad SH menjelaskan saat ini sudah banyak berdiri ratusan tower yang bahkan sebagian diantaranya tidak disertai Izin Mendirikan Bangunan (IMB) bahkan ada yang melanggar izin penggunaan dan peruntukan lahan.

Pendirian tower BTS seharusnya disertai dengan izin serta memperhatikan wilayah di sekitar pendirian tower tersebut. Muhammad juga menjelaskan bahwa saat ini banyak sekali tower yang telah didirikan berdekatan dengan pemukiman masyarakat. “ Kami mengkhawatirkan segi keamanan dari tower tersebut bagi warga sekitarnya “.

“ Baik itu dari segi risiko robohnya tower atau risiko radiasi dari tower tersebut. Jangan sampai warga dirugikan dengan didirikan tower tersebut di tengah pemukiman masyarakat ” katanya. Muhammad menjelaskan bahwa targetnya Perda ini akan keluar bulan Juni mendatang dan pada saat ini sudah masuk dalam tahap kajian akademis.

Pihaknya melibatkan beberapa praktisi dari Universitas untuk meneliti dampak dari pendirian tower tersebut di tengah pemukiman masyarakat. Selain itu pula pihaknya juga mengajak peran serta masyarakat untuk dapat memberi masukan terhadap Perda ini. “ Yang pasti kami sedang mengusahakan perlindungan terhadap warga di sekitar radius berdirinya tower tersebut ”. tandasnya.

Nantinya ketika Perda ini sudah dikeluarkan tower yang sudah ada akan dikaji ulang sesuai dengan Perda yang ada dan pendirian tower yang baru akan disesuaikan dengan Perda yang baru. “ Yang pasti nantinya akan ada income bagi Penkot dari berdirinya tower tersebut ”. ungkapnya kembali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: