NASIB GURU TK/TPA DI KOTA MAIDATUL IMAN

Perhatian dan tekad Pemerintah kota Balikpapan dalam mewujudkan Balikpapan jadi Madinatul Iman banyak diragukan oleh para pengajar Taman Kanak-kanak dan Taman Pendidikan (TK/TP) Alquran yang ada di Kota Beriman ini. Terbukti dimana pemberian insentif bagi para pengajar TK/TP Alquran di Balikpapan sangat memprihatinkan, yang mana insentif yang diberikan hanya sebesar Rp 370 ribu per tahun, dibandingkan dengan tetangganya. Dimana Penajam Paser Utara (PPU) sendiri  insentif untuk pengajar TK/TP sebesar Rp 300 per guru per bulan.

Pemkot hanya mampu menghargai jerih payah guru TK/TP Alquran sebesar Rp 1.000 per hari. Penghargaan Pemerintah kota itu sangat kecil dibandingkan di sejumlah kota di Kaltim seperti Bontang, Tarakan, bahkan PPU yang baru seumur jagung lepas dari Balikpapan. “ Namun nasib para guru TK/TP Alquran yang ada di Balikpapan seperti pepatah ayam mati di lumbung padi ”. ungkap Nuryanah salah satu guru TK/TPA di karang rejo.

Sama halnya keterangan yang di berikan oleh salah satu TK/TPA yang ada di daerah Gunung Guntur ini yang identitasnya agar di sembunyikan, “ Kami baca di media massa beberapa waktu lalu, bahwa kenaikan insentif guru negeri maupun swasta mencapai Rp 1 juta sebulan. Inilah yang membuat kami bertanya-tanya, kapan guru TK/TP Alquran nasibnya diperhatikan sama Pemerintah kota Balikpapan ”.

“ Tapi Alhamdulillah juga diama sejak dua tahun terakhir, kami telah terima insentif tersebut. Walaupun besarnya cuma Rp 370 ribu per tahun atau memang kami para guru dan pengajar TK/TP Alquran sebagai anak tiri saja! Padahal kami juga termasuk pahlawan pemberantasan buta aksara Alquran ” imbuhnya ulang.

Pada 8 Maret lalu LPPTKA-BKPRMI Balikpapan kembali mewisuda kurang lebih 1.500 santri TK/TP Alquran angkatan ke-1 5. Ini suatu bukti bahwa guru-guru TK/TP Alquran terus berkarya nyata dalam menuntaskan buta aksara Alquran sejak dini bahkan sudah menjadi syarat ketika akan masuk SD, SMP maupun SMA, para calon pelajar wajib bisa baca Alquran. “ Semua itu merupakan wujud pengabdian kami sebagai warga Kota Balikpapan menuju terwujudnya Balikpapan Madinatul Iman ” terang Muhammad Rusli Sag Kepala unit TK/TPA Al’ Siddieq.

Rusli juga mengajak seluruh  rekan-rekan guru TK/TP Alquran yang ada di kota Blaikpapan ini untuk bersama-sama merapatkan barisan dan kompak mengetuk hati Pemerintah kota Balikpapan beserta anggota dewan yang terhormat agar kiranya mau memperhatikan nasib guru TK/TP Alquran dengan memberikan insentif yang memadai dan manusiawi. “ Kalau tidak bisa, minimal setara dengan daerah lain khususnya dengan PPU ” harap dia sembari menyebut insentif guru TK/TP Alquran di PPU sebesar Rp 300 ribu per bulan.

Beliau menegaskan bahwa dirinya sangat yakin jika Balikpapan jauh lebih mampu dari daerah lain. Terbukti dimana untuk organisasi kepemudaan apa lagi olah raga Pemkot Balikpapan berani mengeluarkan dana tidak sedikit, bahkan miliaran rupiah per tahun. “ Terus terang saya menjadi sangat minder dan malu kalau bicara insentif dengan guru-guru TK/TP Alquran dari daerah lain, karena anggapan mereka guru TK Alquran di Balikpapan akan jauh lebih baik dan lebih sejahtera dari mereka dengan melihat kemajuan Balikpapan yang luar biasa” ujarnya kembali.

Setelah diberitahu berapa sebenarnya insentif yang diterima guru TK/TP Alquran Balikpapan sebesar Rp 370 ribu per tahun, ungkap Rusli, guru dari luar daerah kaget bahkan sama sekali tidak percaya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: